{"id":421,"date":"2023-05-27T22:56:21","date_gmt":"2023-05-27T15:56:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lawimp.com\/?page_id=421"},"modified":"2023-06-02T08:52:49","modified_gmt":"2023-06-02T01:52:49","slug":"trial-court","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.lawimp.com\/id\/trial-court\/","title":{"rendered":"Sidang Pengadilan"},"content":{"rendered":"\n<section id=\"gm6d21c13\" class=\"wp-block-gutentor-m4 section-gm6d21c13 gutentor-module gutentor-advanced-columns has-color-bg has-custom-bg\"><div class=\"grid-container\"><div class=\"grid-row\">\n<div id=\"col-gmfaffc1\" class=\"wp-block-gutentor-m4-col col-gmfaffc1 gutentor-single-column  grid-lg-12 grid-md-12 grid-12\"><div id=\"section-gmfaffc1\" class=\"section-gmfaffc1 gutentor-col-wrap\">\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Pelaku usaha baik di tingkat nasional maupun nasional tentu tidak luput dari apa yang disebut dengan sengketa. Pada umumnya dalam penyelesaian sengketa, pelaku usaha yang menjadi pihak menyelesaikan sengketa di pengadilan umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Namun penyelesaian sengketa bisnis di peradilan umum yang terkesan rumit dan tiada henti membuat para pihak enggan untuk menyelesaikan sengketa di peradilan umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Penyelesaian sengketa bisnis selain melalui peradilan umum pada hakikatnya dapat dilakukan melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Dalam artikel ini, kami akan membahas arbitrase komersial secara menyeluruh, mulai dari definisi hingga pelaksanaan putusan arbitrase komersial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Ingin tahu lebih banyak? Yuk, simak artikel berikut ini!!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kenali Arbitrase Komersial<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Arbitrase komersial tentunya berbeda dengan jenis arbitrase lainnya yang merupakan arbitrase non-komersial seperti arbitrase penyelesaian perselisihan perburuhan, arbitrase penyelesaian sengketa perbatasan dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Arbitrase niaga adalah penyelesaian sengketa perdata di luar pengadilan umum yang dilakukan dengan perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa. Definisi ini tertuang dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Ramlan Ginting menambahkan pengertian arbitrase komersial di atas yang menyatakan bahwa arbitrase komersial dilakukan berdasarkan kesepakatan para pihak dalam kontrak bisnis, pelaksanaan arbitrase komersial berdasarkan prosedur privat dan putusan arbitrase yang bersifat final dan mengikat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\">Perjanjian dan Yurisdiksi Arbitrase Komersial<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pasal 1 angka 3\u00a0 <\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\">jo.\u00a0<\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pasal 9 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa menjelaskan bahwa perjanjian arbitrase adalah kesepakatan berupa klausula arbitrase yang tertuang dalam kontrak bisnis yang dibuat oleh para pihak sebelum timbul sengketa. Selain itu, perjanjian arbitrase juga dapat dibuat sendiri oleh para pihak setelah timbul sengketa.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Kedua jenis perjanjian arbitrase tersebut di atas memiliki kekuatan hukum yang sama. Keduanya dilakukan untuk mengantisipasi sengketa yang mungkin timbul atas pelaksanaan transaksi niaga yang diatur dalam kontrak bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\"><em><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pengadilan Arbitrase Internasional, Asosiasi Arbitrase Amerika,<\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0dan\u00a0 <\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pengadilan Arbitrase Internasional London<\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0dalam\u00a0 <\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\">Aturan Arbitrase<\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0menjelaskan bahwa arbitrase hanya dapat dilakukan berdasarkan perjanjian arbitrase.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\"><em><span style=\"vertical-align: inherit;\">Asosiasi Arbitrase Amerika<\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0dan\u00a0 <\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pengadilan Arbitrase Internasional London<\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0dalam\u00a0 <\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\">Aturan Arbitrase mereka juga menyatakan bahwa perjanjian arbitrase terdiri dari klausul arbitrase dan perjanjian arbitrase terpisah.<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Yurisdiksi arbitrase sendiri pada dasarnya setara dengan yurisdiksi pengadilan umum. Peradilan umum dilarang mengintervensi pemeriksaan perkara yang dilakukan melalui mekanisme arbitrase berdasarkan perjanjian arbitrase.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Selain itu, para pihak dalam kontrak bisnis yang telah mengadakan perjanjian arbitrase akan kehilangan haknya untuk mengajukan sengketa bisnis yang timbul ke pengadilan umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Peradilan umum wajib menolak dan tidak akan mengintervensi penyelesaian sengketa yang ditetapkan melalui arbitrase.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\">Arbiter, Ujian, dan Penghargaan Arbitrase Komersial<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Dalam arbitrase niaga internasional, arbiter dapat terdiri dari seorang arbiter tunggal atau majelis arbiter yang jumlahnya berdasarkan kesepakatan para pelaku usaha yang dituangkan dalam perjanjian arbitrase. Arbiter yang ditunjuk harus independen dan tidak memihak kepada salah satu pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Independen artinya pendapat arbiter tidak boleh dipengaruhi oleh pendapat pihak ketiga. Apabila ternyata asas independensi tidak dapat dilaksanakan oleh arbiter dan arbiter terbukti memihak salah satu pihak, maka pihak yang bersengketa berhak meminta agar arbiter yang bersangkutan diberhentikan dan diganti dengan yang baru. wasit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Penunjukan arbiter tersebut di atas dilakukan segera setelah timbul sengketa. Dalam hal ini, arbiter yang ditunjuk harus independen dan tidak memihak kepada salah satu pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Dalam arbitrase niaga nasional, berdasarkan Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa dijelaskan bahwa arbiter dapat terdiri dari arbiter tunggal atau majelis arbiter serta arbitrase niaga internasional. Dalam hal ini arbiter dipilih oleh para pihak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Dalam hal para pihak tidak dapat memilih arbiter, Ketua Pengadilan Negeri berwenang mengangkat arbiter. Pelaksanaan kewenangan pengadilan di sini bukan berarti mengintervensi kewenangan arbitrase tetapi memfasilitasi pembentukan arbitrase.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Pemeriksaan sengketa dalam arbitrase dilakukan secara tertutup dan harus dilakukan secara tertulis, pemeriksaan lisan hanya dapat dilakukan jika disetujui oleh para pihak atau jika dianggap perlu oleh arbiter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Pemeriksaan sengketa melalui arbitrase dapat menggunakan lembaga arbitrase nasional atau internasional. Dimana batas waktu penyelesaian pemeriksaan sengketa paling lama 180 hari sejak terbentuknya majelis arbiter atau arbiter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Putusan arbitrase bersifat\u00a0 <\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\">final<\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0dan\u00a0 <\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\">mengikat<\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0. Intinya terhadap putusan arbitrase tidak ada upaya hukum lain. Tidak ada lagi banding, kasasi, atau peninjauan kembali seperti yang terjadi dalam sistem peradilan umum. Putusan arbitrase sama sahnya dengan putusan pengadilan umum yang mempunyai kekuatan hukum tetap.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit; color: #ffffff;\">Namun demikian, putusan arbitrase tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum di negara tempat putusan arbitrase diberlakukan. Jika bertentangan, maka putusan arbitrase tidak dapat dilaksanakan. Dengan demikian, pelaksanaan putusan arbitrase ditolak.<\/span><\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div><\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-421","page","type-page","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lawimp.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lawimp.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lawimp.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lawimp.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lawimp.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=421"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.lawimp.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/421\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":760,"href":"https:\/\/www.lawimp.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/421\/revisions\/760"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lawimp.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}